Visit Bandung

03 Januari 2016

Bandung Command Center



Sudah tak aneh lagi jika berbagai macam permasalahan banyak mendera kota-kota besar. Pemerintah dituntut sigap dan cepat dalam menanggapi dan mengatasi berbagai macam masalah di perkotaan. Mulai dari masalah sosial sampai ekonomi menjadi hal yang lumrah ditemukan di perkotaan.

Salah satunya Kota Bandung yang memiliki beragam masalah. Diantaranya kemacetan, kemiskinan, sampah dan banjir yang menjadi masalah pokok di Kota Bandung. Untuk mengatasi masalah – masalah diatas Pemkot Bandung bersama Wali Kota Bandung berupaya membuat terobosan terbaru untuk memantau dan mengatasinya yaitu dengan membangun (ruang) pusat kendali kota yang dinamai Bandung Command Center.
           
Bandung Command Center  merupakan ruang pusat kendali kota di Kota Bandung.Semua yang terjadi di Kota Bandung bisa dipantau dari sini. Sebenarnya hal serupa juga sudah diterapkan di Kota Surabaya. Namun untuk kecanggihan, Bandung Command Center masih menjadi pusat kendali kota  tercanggih di Indonesia. Berbagai macam masalah bisa dipantau dari ruangan ini.Seperti banjir, kemacetan, data penduduk,dan kebakaran.
        
Bandung Command Center diresmikan pada Januari 2015. Pembangunan BCC ini diperkirakan menghabiskan dana sebesar 27 milyar rupiah. Namun biaya yang besar itu dibayar dengan kualitas dan kecanggihan berbagai perangkat yang ada di dalamnya.Lokasi BCC berada di Jalan Wastukencana tepatnya di Kompleks Balai Kota Bandung. Bahkan yang mendesain langsung BCC ini adalah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
            
Jika anda pernah menyaksikan fim Star Trek, anda pasti pernah melihat isi dan bentuk ruangannya yang canggih. Mungkin seperti itulah gambaran Bandung Command Center, yang terinspirasi dari film Star Trek. Ruangan ini memiliki 24 layar monitor masing-masing 40 inchi.BCC juga dilengkapi berbagai software penunjang.Seperti software data cuaca,peta dan titik kemacetan.
     
Dari BCC juga dapat dipantau pergerakan dan lokasi kendaraan-kendaran pemerintah. Diantaranya Bus Sekolah, ambulans dan Bus Damri yang sudah dipasang GPS masing-masing kendaraannya. Dengan ini bisa meminimalisir penyalahgunaan kendaraan operasional. Selain itu kicauan warga Kota Bandung di media sosial yang berhubungan dengan keluhan bisa difilter disini. Jadi keluhan warga bisa ditangani dengan cepat.
        
Untuk petugas (operator) yang bertugas,semuanya berjumlah 15 orang. Perekrutan petugas dilakukan melalui kemampuan tes IT dan bahasa Inggris.Dengan syarat minimal D3 Teknologi IPK minimal 3. Setelah itu ada juga pelatihan menggunakan Bandung Command Center.Ada juga yang berasal dari petugas instansi terkait (ahi IT).Selain itu Bandung Command Center juga dibangun sebagai cikal bakal Bandung Smart City. Bandung Command Center juga bekerja sama dengan dinas emadam kebakaran,kepolisian dan beberapa pihak lainnya yang terkait.Sebagai contoh jika anda ada kebakaran di Jalan Antapani, akan terpantu dari ruangan  ini,kemudian operator BCC langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.       
         
Sementara itu jumlah software yang dibuat sekitar 1000 software. Pada saat ini diperkirakan sudah ada sekitar 300-an software dari rencananya sudah 1000 software. Untuk pembuatan software sendiri Pemkot Bandung bekerja sama dengan ITB. Sebab untuk mewujudkan Bandung Smart City dibutuhkan 1000 software.
             
Dari sini juga dapat dipantau pergerakan  harga komoditi utama seperti sembako di Kota Bandung. Rencananya aplikasi pemantau harga sembako ini akan dikomersialkan Pemkot Bandung agar warga Kota Bandung dapat memantaunya. Jadi warga bisa memantaunya dari gadgetnya masing-masing.
      
Bandung Command Center yang saat ini beroperasi dinamakan Bandung Command Center 1.0.Selanjutnya di akhir 2015 menjadi 2.0 dan pada 2016 akan disempurnakan menjadi Bandung Command Center 3.0. Memang butuh waktu yang lama untuk mengembangkannya,karena ketersediaan dana. Jadi dibuat bertahap.
            
Kondisi lalu lintas juga bisa dipantau juga dari sini melalui CCTV yang terpasang di berbagai sudut jalan protokol di Kota Bandung. Dari 1000 CCTV yang ditargetkan baru sekitar 80-100 CCTV yang tersedia. Selain itu juga dari sini juga pihak terkait juga bisa langsung memberi teguran kepada pengguna jalan yang melanggar melalui suara yang akan keluar di speaker yang berada di perempatan. 

Misalnya terlihat dari CCTV seorang pengendara motor berhenti di zebra cross,   perempatan, petugas bisa langsung mengatakan “mundur mundur,berhenti di RHK” dari sini dan akan terdengar dari speaker di perempatan tersebut. Tak hanya itu nantinya akan dipasang juga CCTV di seluruh taman dan pusat keramaian di Kota Bandung.

Bahkan sampai saat ini sistem Bandung Command Center mulai dilirik oleh berbagai daerah di Indonesia diantaranya Tasikmalaya dan Karanganyar. Memang, dengan memiliki command center di suatu kota/daerah akan lebih memudahkan menyelesaikan masalah perkotaan. Namun dibutuhkan juga biaya yang tidak sedikit. Adapun fungsi utama Bandung Command Center sebagai berikut.

1.Menyempurnakan pelayanan publik.
2.Mempermudah pelayanan kedalam yaitu untuk bertindak cepat dalam mengambil
    keputusan .

Ditargetkan sebanyak 150 pelayanan masyarakat bisa dilakukan secara online dan realtime pada 2015 ini. Seperti pelayanan pembuatan KTP, memantau kondisi lalu lintas yaitu  kemacetan,  banjir,akte kelahiran dan mengecek/memeriksa perizinan. Diharapkan dengan adanya Bandung Commmand Center dapat mereformasi birokrasi yang tadinya harus bertatap muka dengan warga menjadi melalui media sosial dan hanya melalui layar.

Diharapkan Bandung Command  Center menjadi contoh bagi seluruh wilayah di indonesia dalam hal mengelola daerah melalui satu sentuhan dan memanfaatkan kecanggihan teknologi serta mengikuti kemajuan zaman sehingga dapat membangun birokrasi menjadi lebih baik.


Kritik & saran bisa dikirimkan via email : muhfauzanp@gmail.com
           

Share:

2 komentar:

  1. Keren artikelnya. Banyak keterangan yg ga sy temukan di artikel2 lain. By the way, kalau sekarang perkembangannya gimana Kang? Ada artikel ttg BCC yg 2016 ga? Pengen tau perkembangan terakhir, cuma susah cari yg update.

    Terima kasih banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hatur nuhun kang, kalau untuk sekarang BCC sudah beroperasi penuh, CCTV di jalan-jalan protokol juga sudah hampir semuanya terkoneksi ke BCC. Saya usahakan saya update lagi kang

      Hapus