Visit Bandung

17 Agustus 2019

Kiara Artha Park, Ikon Baru Kota Bandung

Setelah awal 2019 kemarin warga Kota Bandung dimanjakan dengan revitalisasi Taman Tegallega. Kini warga Kota Bandung kembali disuguhkan destinasi wisata baru yang berada di antara kawasan Jalan Jakarta dan Kiaracondong.

Destinasi tersebut adalah Kiara Artha Park atau banyak yang menyebut Alun-Alun Kiaracondong. Taman ini dibangun sebagai wujud atau simbol Kota Bandung yang juga ibu kota Konferensi Asia Afrika. Pembangunan dimulai sejak 2016.


Ridwan Kamil yang kala itu masih menjabat Walikota Bandung turut memprakarsai pembangunan taman ini. Pembangunan yang berlangsung kurang lebih 3 tahun memang tidak sebentar. Mengingat luas dari keseluruhan area lahan ini termasuk Taman Asia Afrika mencapai 13 hektare. Sedangkan untuk luas tamannya sendiri 2,5 hektare.

Lokasi rincinya Kiara Artha Park ini berada di persimpangan Jalan Jakarta dan Jalan Ibrahim Adjie (Kiaracondong). Jadi tidak sulit menemukan taman ini karena berada di kawasan strategis dan juga dekat dengan salah satu pusat kegiatan ekonomi di Kota Bandung.

Apalagi kawasan yang berada di sekitar taman ini seperti Antapani, Kiaracondong, juga kawasan Bandung Timur memang dapat dikatakan sebagai 'rumahnya orang-orang Bandung'. Ratusan ribu penduduk tinggal di kawasan sekitar Bandung Timur.

Untuk akses jalan masuk, terdapat tiga akses. Pertama dari Jalan Ibrahim Adjie (Kiaracondong) dan kedua dari Jalan Banten. Sementara satu akses satu lagi berada dari Jalan Jakarta. Namun belum dapat digunakan. Saat baru masuk anda akan disambut pemandangan taman yang cukup sejuk dan memanjakan mata. Akses jalan masuknya pun bisa dikatakan cukup bagus.

Sementara untuk jalan kendaraan bermotor di kawasan taman ini didisain semacam boulevard seperti kota mandiri. Dengan lebar jalan sekitar 7-10 meter cukup luas untuk kategori tempat wisata. Kemudian untuk fasilitas parkir kendaraan cukup luas. Untuk kendaraan roda empat dapat menampung sekitar 100-an unit. Untuk kendaraan roda dua dapat menampung lebih dari 300-an unit.




Ada juga 'Kampung Korea' yang menjadi spot foto favorit para pengunjung. Di area Kampung Korea ini anda seolah berada di Negeri Gingseng sana. Berbagai tenan makanan dan minuman mengisi setiap unit warung bergaya Korea. Disain bangunannya pun memang All Korean. Tamannya pun bergaya Korea. Ada juga sebuah gazebo yang dibawahnya merupakan kolam kecil. Suasana santai dan rileks dapat anda rasakan di sini.




 
Beralih ke bagian dalam yang merupakan jantung dari taman ini. Anda akan disuguhkan udara yang cukup sejuk dengan hembusan angin yang cukup membuat badan adem. Tepat di tengah taman terdapat danau yang cukup besar. Diameternya kurang lebih 30 meter x 30 meter. Danau tersebut semakin membuat nuansa alami begitu kental. Di sekitar danau pun terdapat beberapa patung tokoh Konferensi Asia Afrika beserta informasi pribadinya.

Danau sedalam 4 meter ini pun dilengkapi air mancur menari atau dancing fountain. Rencananya dancing fountain ini dioperasikan setiap malam hari dan pastinya diiiringi lagu. Seperti lagu-lagu wajib dan dan lagu nasional ataupun jenis lagu lainnya.




Kolam ini juga dikelilingi 5 bangunan bisa dikatakan seperti aula. Menurut informasi yang saya dapat dari salah satu pihak keamanan di sana, bangunan-bangunan tersebut akan difungsikan sebagai arena bermain indoor anak-anak dan area kuliner.Ada juga patung 'Jabat Tangan' di sekitar danau sebagai simbol persaudaraan maupun semangat perdamaian  negara-negara Asia Afrika.

Satu hal yang menarik dan patut diapresiasi di Taman Asia Afrika ini. Ya, patung Sukarno pun dihadirkan tepat di depan kolam dengan posisi duduk di bangku taman sambil memegang sebuah buku.



Pengunjung maupun wisatawan pun semakin dimanjakan dengan fasilitas trem listrik 'ontang-anting' bergaya art deco mirip Bis Bandros. Jumlah trem tersebut ada 2 unit. Anda akan dibawa berkeliling Taman Asia Afrika ini. Selain itu disediakan juga tempat parkir sepeda yang berada di sekitar kolam.


Taman ini juga pastinya dilengkapi jalur pejalan kaki atau pedesterian. Sehingga para pengunjung pun dapat dengan nyaman berada di taman ini. Ada juga dedaunan yang berbentuk gajah di bagian utara taman ini.





Keunikan lainnya yaitu jika dilihat dari udara, taman ini membentuk lambang Konferensi Asia Afrika. Apalagi jika malam hari semakin membuat suasana lebih hidup ditemani gemerlap lampu taman bergaya klasik.

Walaupun begitu, taman ini juga belum tuntas semuanya. Masih ada beberapa bagian yang masih tahap pembangunan. Berikut beberapa yang masih tahap pembangunan:
1. Mesjid
2. Toilet
2. Area bermain indoor
3. Area kuliner
4. Hunian vertikal
5. Rumah sakit
6. Hotel
7. Mal/ pusat perbelanjaan

Sekadar informasi Kiara Artha Park ini dikelola oleh Kiara Artha yang merupakan grup Bank Artha Graha. Sementara untuk lahan keseluruhan merupakan milik Pemkot Bandung. Secara keseluruhan area ini mengusung konsep 'one stop living'.

Untuk pembukaan taman pun berdasarkan informasi yang saya dapat dari pihak keamanan, belum dapat dipastikan kapan taman dapat diakses publik seluruhnya. Hal tersebut karena masih menunggu pembangunan fasilitas pendukung lainnya tuntas.

Namun menurut saya pribadi, sepertinya khusus Kampung Korea akan dibuka secara keseluruhan lebih dahulu daripada Taman Asia Afrika. Hal tersebut mengingat sudah terisinya semua semua tenan atau booth pada warung-warung di Kampung Korea ini. Bahkan saya melihat untuk Kampung Korea ini sudah siap 99,9% untuk difungsikan.

Bagaimana kelajuntannya? Kita tunggu saja
Hatur nuhun
Share:

0 komentar:

Posting Komentar